Metro, Riyadhussunnah.or.id – Di antara perkataan ulama terkait hadis yang sangat populer adalah “al-isnad min al-din, law la al-isnad, laqala man sya’a, ma sya’a”, lebih kurang artinya, sanad itu adalah bagian dari agama, jika bukan karena sanad, maka orang akan berkata semaunya tentang agama.
Sanad adalah cara verifikasi tentang kebenaran informasi tentang hadis Nabi Muhammad Saw. Para ulama dahulu, terlebih ulama hadis sangat ketat sekali terhadap sanad. Bahkan pada masa sahabat, Aisyah pernah mengkritik Abu Hurairah tentang sebuah hadis perempuan sumber kesialan. Aisyah mempertanyakan darimana Abu Hurairah mendapatkan hadis tersebut.
Dengan menganalisa sanad Hadis, ulama hadis dan ulama fikih dapat menentukan apakah hadis ini sahih, hasan atau daif. Apakah hadis itu dapat diamalkan atau tidak. Dengan berbagai upaya verifikasi mulai dari apakah sanadnya bersambung atau tidak, periwayatnya terjaga keadilan dan hafalannya atau tidak, apakah ada kejanggalan atau cacat dalam hadis yang diriwayatkan atau tidak. Kesemuanya itu dikaji secara terperinci dan teliti dalam kajian hadis.
Terlepas dari itu, pasca hadis-hadis Nabi Muhammad Saw dikodifikasi, ada tugas penting bagi pengkaji hadis, yaitu menghidupkan hadis-hadis tersebut. Hadis-hadis yang telah diamalkan tersebut menjadi sunnah yang terus diwariskan turun temurun kepada kita, inilah sanad yang paling penting saat ini.
“Pasca kodifikasi hadis, tugas pengkaji hadis adalah melanjutnya sanad hadis dalam arti pemahaman dan pengamalan”, ujar Munthe, selaku khadim ma’had riyadhus sunnah.
Pengamalan sunnah Nabi Muhammad Saw dimulai dari pemahaman yang baik. Pemahaman hadis yang baik lahir dari kajian yang kritis, niat yang baik, dan hati yang bersih.
Menghidupkan sunnah adalah jalan panjang yang harus diteruskan dari waktu ke waktu. Riyadhus Sunnah Madania berupaya melahirkan generasi yang dapat melahirkan generasi yang mengambil estafet tersebut.
“Ulama yang tidak hanya faham hadis ini dhaif, hasan atau shahih, tapi juga ulama yang dapat memahami hadis sesuai dengan konteks di mana ia tinggal”, ujar Munthe.
Seorang ulama hadis yang dapat menjadi jawaban dari berbagai persoalan kemasyarakatan, khususnya masyarakat di mana ia tinggal.




Leave a Reply